REMOT KONTROL

Aku anak baru dikota ini, aku tak mengenal siapapun disini selain keluargaku sendiri. Bahkan aq tak punya teman disini. Aku pindah kesini karna ayahku dipindah tugaskan kesini.
Saat pertam kli masuk sekolah, semua melihatku, seakan-akan ada yang aneh dari diriku. Entah apa itu. Apa karna kulit kita berbeda, atau karna ayahku seorang tentara. Haaaah....... sudahlah, aku juga tak peduli dengan semua itu. Yang penting aku bsa belajar dengan baek disini dan bisa meraih juara kelas yang selama ini aku dapatkan dari mulai kelas 1SD.
Semakin hari, semakin aku tak mengerti dengan kota ini, tak ada tempat dugem, nongkrong, bahkan semua rumah disini mulai jam 8 malam sudah tutup dan lampu dimatikan. Hanya ada kesendirian yang ada disini.
Aku anak ke-2 dari 3 bersaudara. Aku punya 1 kakak cewek dan 1 adik laki-laki. Kami juga tidak begitu akrab selayaknya keluarga laen, seperti orang laen dikeluarga kami. Meskipun kita keluarga, tapi kita tidak pernah berkumpul bersama. Entah itu nonton TV, bercanda, paling-paling saat makan dan klo ada pertemuan keluarga besar saja kita berkumpul.
Hari-hari aku lewati dengan sendiri. Tanpa teman, sohib, bahkan aku tidak mengenal siapapun di sini. Entah itu tetangga, teman sekolah, ataupun anak-anak disekitar rumah. Saat disekolah pun aku slalu sendiri. Saat berangkat sekolah, istirahat, maupun saat pulang sekolah. yang aku tau hanya ada 1kelompok di sekolah. Entah itu preman, geng, ato apalah. Yang aku tau, ketuanya bernama ADIT, tapi dy sering dipanggil "YAKUZA". Aku juga tak mengeanlnya, aku hanya tau nama itu dari anak-anak. Itu pun aku tidak bertanya. Aku juga tidak peduli dengan semua itu. Karna aku juga masih kesal dengan ayahku. Gara-gara ayahku seorang tentara, kita slalu berpindah-pindah tempat mengikuti ayahku. Itulah yang menjadikan aku tidak memiliki seorang teman didunia ini. Hanya anjing kecilku yang slalu menemaniku setiap hari.
Tingakah laku anak-anak di sekolah membuatku jadi salting, jadi serba salah yang membuat aku tidah optomal dalam pelajaran. Dan akhirnya, nilai-nilaiku anjlok dengan drastis. Layaknya daun yang digerogoti ulat. Semakin hari, semakin merosot nilaiku.
Waktu jam makan, semua anak berbaris rapih di depan kantin. Tiba2 adit datang dengan marah-marah. "Minggir lo! dasar anak baru, aneh lagi." "Hwahahahahahahahahahahaha" Dan semua nya tertawa. Dan akhirnya aku tidak iku makan siang di sekolah. Aku duduk termenung dibawah pohon belakang sekolah. Tiba-tiba ada tangan menyodorkan sebuah bungkusan. Setelah aku lihat, ternyata adalah Ani. Ani adalah seorang cewek yang cantik, murah senyum, baik, juga pintar. Aku pun sempat suka padanya, tapi semua itu sudah pupus. Karna aku sadar, siapa aku sebenarnya. "Ini makan, ntar lo sakit loch... Habisin yah, mav soal kakakku tadi. Dy emang gitu see." Aku ingat, bahwa adit adalah kakak ani. Tapi kita 1kelas. Karna adit tidak naik kelas 2tahun. "Tank's yah" kataku lirih. " Sama-sama".
Seminggu sudah aku tinggal disini. Dan 2 hari lagi aku ulang tahun. Aku sudah tidak sabar menantinya. "Apa ya kira-kira yang aku dapat dari ayah???" kataku dalam hati.
Sebelum hari ultahku, aku dapat nilai jelek disekolah, Dikarenakan aku lupa tidak belajar semalam. Padahal aku yakin klo aku akan dapatkan nilai bagus hari ini. "Huf.... Pasti ibu marah-marah nich, biar sajalah. Lagi pula besok aku juga ultah, pasti ibu juga maafin aku" kataku dalam hati.
Saat hari yang aku nanti-nantikan tiba, ayah mencium keningku dan berkata, "Selamat ulang tahun ya sayank, semoga panjang umur, tambah pinter, dan tetap bisa jadi juara kelas". "Thank's yah..." kataku. Aku lupa tidak meminta kadoku. Langsung saja aku panggil ayah lagi, " Ayah, kado buatku mana?" "o'iya, ayah lupa. nich kado buat kmu, mav ya, ayah tidak bisa ngasih apa-apa sama kmu, ayah hanya bisa ngasih ini. Tapi, jaga baek-baek yah, karna itu kan pemerian orang juga. Ok sayank???" "OK boz" sambil meringis aku menjawabnya.
Dan aku langsung berlari kekamarku dan nyalain TV. Aku penasaran, apa ya isinya??? langsung saja aku buka. Dan aku lihat ada REMOT didalam kado itu. Seperti remot kontrol. Iseng saja aku gunakan di TVku, dan ternyata bisa. Remot itu bekerja. Iseng lagi aku arahkan remotku k DVD playerku. Dan aku senang sekali, karna remot itu juga bekerja dengan baek. Ternyata remot itu bisa digunakan d alat elektonik apa saja. Tiba-tiba, "Kreeek". Ibuku masuk kamar dan langsung marah-marah lantaran nilaiku krtahuan jelek. "Iseng lagi ah...." kataku dalam hati. Aku arahkan remotku ke arah ibu dah aku pencet tombol "MUTE". Dan itulah yang membuat aku lebih kagum lagi. Karena ibuku langsung hilang suaranya. Seperti halnya TV yang tidak ada suaranya. Dan akhirnya selesai juga ibuku ngomel-ngomel. Dan langsung turun kebawah untuk mempersiapkan makan malam. Tidak lupa aku pencet lagi tombol "MUTE" agar ibuku kembali normal.
Saat makan malam ibu berkata padaku," Karna hari ini kamu ulang tahun, ibu masak yang special buat kamu. Sup ayam kesukaan kamu kan?" ibu bertanya padaku seolah dy tidak tau. "Wah... enak nich" kataku. Setelah makan malam, aku belom puas, aku ingin menikmati sup ayam buatan ibu. Langsung saja aku pencet tombol "REPLAY" yang ada pada remotku. Dan akhirnya perutku sudah tidak muat untuk makan lebih banyak lagi. Karna aku telah makan sebanyak 5 kali.
Dan aku langsung naik ke atas dan tidur.
Esok harinya aku bawa remot itu kesekolah. Waktu itu ada ulangan kimia. Dan aku juga lupa belajar, karna semalam aku asyik bermain-main dengan remotku. saat ulangan hampir habis waktunya, aku langsung pencet tombol "PAUSE". Dan semua berhenti tanpa ada yang bergerak. Aku langsung muter-muter kesana-kemari untuk mencari contekan, dan akhirnya selesai. Tak lupa aku pencet lagi tobol "PLAY" lagi agar semuanya kembali normal. Saat makan siang, semua anak berbaris rapih untuk antri mengambil makanan yang telah disediakan oleh sekolah. Karna aku mempunyai remot andalanku, aku tidak mau berbaris dan langsung ambil makanan. akhirnya aku distop oleh satpam dan dimarahin habis-habisan. Tidak ambil pusing, langsung saja aku pencet tombol "PAUSE" dan satpam itu berhenti seketika. Tiba-tiba adit datang dari belakang dan langsung merayah remot itu dariku dan berkata," lo tu kaya' anak kecil aja, kesekolah aja pake bawa remot segala" "hwahahahahahahahahaha". mereka semua tertawa. Adit melihat pak satpam yang kaku. "Hey... apa yang lo lakuin sama pak satpam, ko bisa kaku gini?". Aku tak menjawab dan langsung merebut remot itu darinya dan berlari dengan sekuat tenaga. Karna semua anak tau itu perbuatanku, semuanya mengejarku. aku juga sudah bingung. karna aku tidak bisa mengembalikan pak satpam yang jaraknya sudah jauh dariku, dan aku juga tidak mau kehilangan remot itu. Tanpa fikir panjang, aku arahkan remot itu kebelakang. Kearah anak-anak yang mengejarku dan aku pencet tombol "PAUSE". Dengan seketika semuanya berhenti. semuanya seperti patung. Tiba-tiba bahuku ditepuk oleh seseorang. SEtelah aku tengok kebelakang, ternyata itu adalah ani. seseorang yang menjadi idamanku selama ini. "Jangan lakukan itu, kembalikan semuanya seperti semula yah... aku mohon". Aku langsung menuruti perintahnya. aku arahkan remot itu kearah mereka, dan kembali aku pencet tombol "PLAY". Tapi aneh, remot itu tidak bekerja seperti biasanya. "Tidak bisa an..." ucapku. Aku tepok-tepok remot itu pada telapak tanganku, berharap bisa bekerja seperti semula. Tapi aku salah. Remot itu tetap tidak bekerja. Aku bingung bukan maen. fikir terus fikir, akhirnya aku ingat, klo TV error, terus di "OFF" dan di "ON" lagi, pasti bisa kembali seperti semula lagi. tanpa fikir panjang aku langsung memencet tombol "OFF", dan.....
Semuanya gelap, sepi, bahkan aku tidak bisa melihat apapun disekitarku. Atas, bawah, kiri, atas, semua gelap. Aku hanya bisa mendengar suara "TIT... TIT.... TIT..." dari remot yang tetap aku genggam. Setelah aku lihat remot itu, aku bisa membaca dengan jelas tulisan yang ada dilayar kecil pada remotku itu.
disitu tertulis...


" LOW BATREE"
"BATRE HABIS, SEGERA ISI ULANG BATRE"

GELAP TIADA AKHIR

Saat gelap hampiri daun-daun yang gugur. Aku sadar, bahwa aku tlah sendiri, sepi...
Entah mengapa bayang-bayang orang itu slalu tersirat dalam angan, seseorang yang slalu adadalam mimpiku.
Seseorang yang slalu menakutkanku, slalu membuatku merasa tak ada yang lain di dunia ini, selain aku, dan dy.
Dy slalu tak menampakkan wajahnya, yang aku tau, dy berjubah hitam, bungkuk, dan membawa sebilah tongkat.
Entah siapa dy, aku tak tau. Hanya gelap yang aku bisa lihat dari nya.
Semakin hari, semakin jelas aku lihat dy dalam fikiranku. Semakin besar kekhawatiran
yang ada dalam hatiku.
" Kriiiiiiiiiiiing...... Kriiiiiiiiing...... " bunyi telfon rumahku....
" Hallo.. " aku angkat telfon itu....
Tapi tak ada 1 katapun yang terucap, selain desir nafas.....
" Hallo... Siapa ini...??? "
" Sssssssssssssssssssttttt ... " hanya itu yang bisa aku dengar, dan.....
" Kreeeeek... " telfon tu ditutupnya.....
Semakin hari, semakin sering ku dengar suara itu...... Suara desir nafas yang slalu terucap dari seseorang yang tak aku kenal.
Petang itu, aku bermain dengan kucing peliharaanku dari kecil. " Kriiiiiing... Kriiiiing.... " bunyitelfon. " Hallo...., Cari siapa ya...? ". " Hallo, Apakah kamu suka film horor...? " dy bertanyapadaku. " Iya, aku suka ". " Adegan apa yang kamu suka? " tanya nya lagi. " Saat sang hantumencabik-cabik korbannya?, Atau saat sang hantu ada di hadapannya...? " tanya dy.. " Apamaksud anda? Anda siapa? Dan.... Mengapa anda bertanya seperti itu? ". " Atau..... Saat hewanpeliharaannya dicabik-cabik dan digantung di teras rumahnya? "
" HAHAHAHAHAHA " Aku dengar gelak tawa nya yag keras bagai petir yang kian menyambar.
" Sekarang, Kau sedang bermain dengan misteri itu ". " Apa maksud anda? ". " Apakah kau punya hewan peliharaan ? ".
" Ya " Jawabku singkat. " Kucing ? " Tanya dy. " Ya ". " Apakah kau ingin melihatnya lagi ? ". " Memangnya ada apa dengan kucingku ? ". " Lihat saja, Apa yang terjadi dengan kucing kesayanganmu ".
Aku langsung berlari keteras rumahku, tempat kucingku minum susu nya. Dan yang aku lihat hanya tempat susu miliknya. "DIMANA KUCINGKU!!!" Aku mulai kesal.
" Lihat saja diujung teras, Dan kau akan menemukannya ". " Kreek. ".
Aku langsung berlari tunggang langgang ke ujung teras yang telah di beritahukan oleh seseorang yang tak aku kenal. Dan yang aku temukan adalah, darah,darah, dan darah.
Aku ikuti terus arah darah itu. Dan aku menemukan kucingku dalam keadaan perut tercabik-cabik, dengan seisi perut keluar dan dikerubuti oleh puluhan lalat. Aku juga menemukan sebuah goresan darah yang berbentuk tulisan. Aku amati dan terus aku amati. Dan aku baru bisa membacanya. Disitu tertulis,

" WELCOME TOO HELL "
" TUNGGU GILIRAN MU "
" DAN AKU SLALU ADA DISAMPINGMU "


" TO BE CONTUNED "

HAMPA DALAM GELAP

Saat malam menyapa sang hujan...
Dengan gelak tawa sang petir,
Aku disini sendiri....

Saat sang fajar melirik....
Badai yang tak gentar tuk tetap berlari...
Aku tetap disini....
Dalam kesunyian...

Saat mentari berpijar....
Dengan nyanyian sang topan...
Aku tetap disini...
Tetap dalam kehampaan...

Ketika sang fajar telah lelah...
Ku sadar akan kesendirian ini...

Ku hanya seorang diri
Dalam ruang hampa...

Kosong..

Gelap..

Sunyi..

Sepi..

Sendiri..

&

MATI...